Jumat, 07 Desember 2018

Seratus Juta untuk Masa Depan Anak-anak Desa

Berdasarkan jadwal harusnya hari ini membahas tentang youtuber favorit. Namun karena saya termasuk jarang atau bahkan tidak pernah membuka youtub  jadi bingung mau menulis apa. Dan inilah tema alternatif terakhir yang bisa saya pilih. Setelah dua tema alternatif sebelumnya telah lebih dahulu saya bahas.

Temanya berupa peryaan yakni kalau mendapat uang 100 juta, apa yang akan kamu lakukan? Meski ini hanya berandai-andai, saya akan menjawabnya dengan serius. Semoga suatu saat angka 100 juta bukan hanya dalam angan tetapi benar-benar ada rezeki yang diberikan oleh Allah sehingga cita-cita kami (saya dan keluarga besar) terwujud.


Tidak perlu berpikir lama tentang apa yang harus saya lakukan terhadap uang 100 juta tersebut. Sebab saat ini yayasan yang tengah kami rintis membutuhkan banyak dana. Bahkan rekening yayasan telah diedar ke beberapa teman yang mungkin ingin berdonasi.

Diawali rasa keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan di desa kami. Banyak anak putus sekolah bahkan sebelum menyelesaikan sekolah dasar. Biasanya mereka akan diajak bekerja di perusahaan perkebunan sebagai buruh. Namun tentu saja tidak semua terserap lapangan kerja. Walaupun hanya sekadar pekerja harian.

Sebagian besar anak lainnya atau remaja hanya menjadi pengangguran. Kondisi ini membawa dampak buruk lainnya yakni kriminalitas marak terlebih saat musim paceklik, pergaulan bebas hingga pernikahan dini.

Maka harus ada upaya yang dilakukan agar dapat memutus mata rantai kebodohan dan kemiskinan. Salah satunya melalui jalur pendidikan. Kami mulai membuka tempat belajar mengaji. Selain belajar membaca Al-Qur'an, anak-anak diajak untuk mulai terbiasa melaksanakan perintah agama seperti sholat, menutup aurat, berbuat baik dan sebagainya.

Antusias anak-anak sangat tinggi. Bahkan ruang rumah yang digunakan sudah tidak memungkinkan lagi menampung mereka.
Dengan bantuan dari keluarga besar maka dibuatlah ruang khusus untuk anak-anak belajar mengaji. Dari sinilah terpikir untuk membuat yayasan agar dapat mendirikan lembaga pendidikan formal.

Kini sudah tahun ketiga untuk TPA dan tahun kedua untuk TKIT. Impian kami, akan hadir pula SD, SMP juga lembaga tahfidz qur'an.

Kami sadar itu adalah mimpi yang sangat tinggi. Namun kami percaya akan ada jalan mencapainya. Dalam keterbatasan dana, pengalaman, jaringan dan semua hal, ada doa yang terus dilafadzkan. Juga ikhtiar yang dimaksimalkan.

Maka, uang 100 juta akan menjadi sangat berharga guna meletakkan satu persatu pondasi bangunan Yayasan Keluarga Kita Sungai Rengit. Lalu adakah teman-teman berkenan ikut menjadi bagian dari ikhtiar kami mencerdaskan anak-anak desa? 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI