Senin, 10 Desember 2018

PR Kesukaan Saya Diantaranya Memasak

PR alias pekerjaan rumah bagi seorang ibu tidak ada kata selesai. Selalu berulang. Bahkan dari sebelum memiliki anak hingga anak-anak telah dewasa dan punya kehidupan sendiri, PR tetap saja ada. Untuk itu, tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya kecuali mau meminta orang lain menggantikan pekerjaan tersebut.

Semisalpun memilih membayar orang mengerjakan PR. Seorang ibu rumah tangga tetap harus bisa mengerjakan semua pekerjaan domestik kerumahtanggaan. Sebagai antisipask pada saat darurat.

Pilihan untuk mengerjakan sendiri atau memnta orang lain mengerjakan PR juga kondisional masing-masing keluarga. Tidak ada yang lebih baik. Hanya saja jika merujuk pada ajaran Islam, istri yang mengerjakan PR maka dinilai sebagai sedekahnya untuk keluarga. Karena PR sebenarnya bukanlah kewajiban istri. Hanya saja adat di Indonesia yang terbiasa dengan istri mengerjakan semua PR.

Nah membahas tentang PR, berikut adalah jenis PR yang lebih saya sukai. Meski tetap saja semua PR harus dikerjakan.

1. Memasak

Mengapa suka memasak? Karena suka makan. Kalau mau makan ya harus masak. Semakin enak masakannya, semakin enak juga memakannya. Itu analogi saya sendiri.

Walaupun sekarang sedikit tidak berlaku lagi sebab sudah banyak yang buka usaha bidang kuliner. Ditambah kemajuan tehnologi dengan aplikasi go food atau jualan online, kita bisa mudah membeli makanan apapun yang diinginkan.

Tapi, makan hasil masakan sendiri tentu saja beda. Semacam ada kepuasan. Terlebih saat berhasil memasak sesuatu yang diidamkan. Makanya saya termasuk orang yang begitu selesai memasak maunya segera makan. Uhhh... sedap.

Kebisaan baru sejak punya instagram dan rajin ngeblog adalah jepret makanan sebelum dihabiskan. Kalau makanan tersebut biasa saja, maka cukup difoto buat setoran di IG. Tapi kalau makanan hasil resep baru atau modifikasi resep maka saya akan mengulasnya di blog.

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Istilahnya demikian. Sekali memasak, dua tiga tujuan tercapai.

2. Menjemur pakaian

Dari rangkain mencuci, menjemur, mengangkat, melipat, merapikan dalam lemari atau menyetrika pakaian, saya paling menikmati menjemur pakaian. Jadi ceritanya saat masih mencuci manual, jadwal mencuci saya dua atau tiga hari sekali. Dengan dua baskom besar, mulailah aksi mengucek dan menyikat pakaian di kamar mandi. Butuh waktu lebih dari sejam berdingin dengan tumpukan pakaian kotor.

Setelah selesai, saya akan menjemur pakaian. Sensasi terpapar cahaya matahari pagi setelah lama di kamar mandi itu nikmat sekali. Terasa bagai berjemur di pinggir pantai. Belum lagi badan yang duduk dalam waktu lama kemudian berjalan-jalan santai menjemur pakaian, serasa peregagan tubuh dengan olah raga ringan. Bugar rasanya.

Dan sensasi seru lainnya ketika melihat semua jemuran penuh dengan pakaian. Saya menganggapnya habis semua tumpukan pakaian kotor. Semua sudah bersih dan wangi.

Lalu saat sekarang sudah menggunakan mesin cuci, ternyata sensasinya tidak seseru saat mencuci manual. Sebab dengan mesin cuci, mencuci bisa disambi dengan kegiatan lain. Jadi prosesi mencuci kurang terasa. Tapi jangan suruh saya mencuci manual lagi, tidak sanggup!

Demikian dua PR yang lebih saya sukai diantara PR lainnya. Kalau para buibu suka PR apa?
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI