Kamis, 06 Desember 2018

Lima Obsesi di 2019

Pergantian tahun tersisa dua pekan lagi. Memang tak harus menanti pergantian tahun untuk perubahan. Hanya saja, mengambil momen tertentu untuk memulai sebuah kebaikan seolah punya kenangan tersendiri. Memberi semangat bahwa harus ada peningkatan kualitas diri.

Bagi seorang muslim, tidak ada pilihan selain perbaikan. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Sekecil apapun sebuah kebaikan yang dilakukan, akan mendapat balasan kebaikan pula. Pun sebaliknya.

Maka inilah lima obsesi perbaikan saya di tahun 2019. Dua poin untuk meningkatkan kapasitas pribadi sebagai perempuan. Dua poin untuk peningkatan kualitas sebagai orang tua. Serta satu poin guna perbaikan kompetensisebagai istri. Berikut kelimanya.

1. Rutin berkisah pada anak-anak

Sebenarnya dulu saya sering membacakan cerita dari buku ke anak-anak. Ada satu buku tetang pahlawan Islam yang menjadi favorit mereka. Begitu sering kisah buku tersebut diceritakan sampai mereka hafal.

Namun kebiasaan tersebut terhenti saat usai melahirkan anak ketiga. Hal ini disebabkan saya harus mengurusi bayi sementara kakaknya sudah tertidur. Tahun depan usia si bungsh sudah setahun, semoga saya bisa berbagi waktu untuk juga bisa menemani kakaknya sebelum tidur dengan membacakan kisah.

2. Menerapkan aturan tanpa drama

Usia 5 dan 3 tahun adalah usia yang sudah mulai bisa diterapkan aturan dalam keluarga. Butuh keterampilan orang tua agar penerapan aturan dapat terlaksana dengan baik. Kesepakatan bentuk aturan dibuat bersama antara orang tua dan anak. Dan tentu saja butuh waktu uji coba aturan. Tak hanya sekali tetapi berkali-kali.

Drama hanya akan membuat aturan tidak terlaksana dengan maksimal. Maka harus ada usaha lebih agar anak memahami bahwa aturan dibuat untuk kebaikan bersama. Hingga mereka mau menaatinya tanpa intimidasi.

3.  Menerbitkan buku lagi berlatar desa Sungai Rengit

Tinggal di desa ternyata membawa berkah tersendiri bagi saya. Desa ini seolah memberi saya begitu banyak ide untuk ditulis. Konsepnya adalah kearifan lokal yang unik. Setidaknya saya sudah membuat buku cerita rakyat, cukup banyak puisi puisi, juga artikel dan cerita anak yang kesemuanya berlatar desa Sungai Rengit.

Lalu di tahun 2019, saya ingin kembali mengeksplor salah satu desa tua di Sumatera Selatan ini. Mungkin dalam bentuk novel. Atau genre buku lainnya.

4. Meningkatkan bacaan baik buku terlebih Qur'an

Membaca, membaca dan membaca. Kebetulan saya mengikuti dua grup daring yang mengharuskan setor bacaan. Namun ternyata masih sering bolos absen. Artinya memang harus lebih mendisiplinkan diri lagi agar target membaca tercapai.

5. Perbaikan manajemen waktu urusan domestik

Nah ini dia urusan emak yang kadang terbengkalai. Bukan tidak dikerjakan namun butuh waktu cukup lama untuk bisa menyelesaikan urusan tersebut. Dan kabar kurang baiknya bahwa pekerjaan domestik tak kunjung selesai.

Bisa menikmati rumah sedikit rapi dalam beberapa menit saja adalah nikmat luar biasa. Seiring anak-anak semakin besar, semoga saja bisa berbagi peran agar emak tidak repot sendiri. Selain tentu saja saya harus lebih baik dalam menejemen waktu.

Demikian obsesi saya di tahun 2019. Tidak wah tapi itu sangat berarti. Bagaimana dengan impianmu di tahun yang akan datang?
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI