Kamis, 13 Desember 2018

Lima Keinginan yang Belum Tercapai

"Aku ingin begini... aku ingin begitu...
Ingin ini itu... banyak sekali..."
Ada yang tahu lagu tersebut? Ya itu lagu dari film anak-anak berjudul Doraemon. Seperti Nobita, saya juga memiliki banyak keinginan.

Namun terkadang harus bersabar saat banyak keinginan tersebut belum bisa terpenuhi. Baik karena kondisi yang belum memungkinkan atau karena memang belum rezekinya.

Tetapi keinginan juga harus disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai 'besar pasak dari pada tiang'. Diantara banyak keinginan tersebut, berikut 5 keinginan yang darurat direncakan untuk terlaksana.

1. Mengaktifkan kembali Rumah Baca

Rumah Baca Al-Ghazi sudah kami dirikan sejak 3 tahun terakhir. Koleksi buku juga sudah lumayan beragam. Anak-anak di sekitar rumah sudah banyak yang tahu tentang keberadaan Rumah Baca ini. Namun setahun belakangan, kondisi Rumah Baca sedikit terbengkalai. Beberapa koleksi buku rusak dan belum diperbaiki.

Kesibukan saya dan suami mau tidak mau menyebabkan kondisi tersebut. Terkadang terbersit rasa sedih melihat buku yang tidak tertata rapi di rak. Namun apalah daya, selalu ada pekerjaan lain yang lebih prioritas dilakukan. Dan keinginan mengaktifkan kembali rumah baca selalu membuncah.

2. Membuat Komunitas Relawan Baca

Komunitas ini bertujuan salah satunya mengelola rumah baca. Jadi anggota komunitas adalah relawan yang secara bergilir melaksanakan program rumah baca. Namun lagi-lagi saya belum maksimal merealisasikan rencana. Mencari orang yang berminat di dunia literasi juga bukan perkara mudah. Terlebih domisili saya di desa dengan tingkat kesadaran akan pendidikan masih minim.

3. Membuat kegiatan bagi Ibu-ibu tetangga

Sejauh pengamatan saya, ibu-ibu di sekitar yang kebanyakan ibu muda (yang benar-benar muda karena mayoritas remaja di desa ini menikah di usia SMP atau SMA) kurang produktif dalam memanfaatkan waktu. Mereka yang tidak bekerja di kebun atau sebagai buruh, biasaya hanya menghabiskan waktu dengan ngobrol-ngobrol baik di pagi maupun sore hari.

Membuat kegiatan semacam memberi keterampilan tertentu yang dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga adalah salah satu solusi kondisi tersebut. Namun kegiatan yang dibuat juga harus diikuti kesadaran mereka. Jika tidak maka tidak akan berjalan dengan baik.

4. Memiliki jadwal silaturahim dengan tetangga

Silaturrahim memanjangkan umur dan itu merupakan anjuran dalam Islam. Terlebih silaturahim kepada tetangga, orang terdekat yang memiliki hak terhadap kita.

Salah satu kebiasaan baik ibu saya dulu adalah rajin mengunjungi tetangga terlebih misalnya ada momen tertentu misalanya kelahiran, mendapat musibah dan lainnya.

Kebiasaan ini sudah sejak lama ingin saya wujudkan namun belum maksimal. Seolah masih sibuk dengan urusan pribadi hingga tidak punya waktu bersilaturahim.

5. Membuat program edukasi untuk anak-anak

Bagaimanapun hebatnya sekolah, pendidikan dan pengasuhan pertama dan utama ada di keluarga. Maka keluarga harus memiliki program tertentu dalam mencapai tujuan pengasuhan. Tidak bisa serampangan atau mengalir begitu saja.

Perencanaan sebenarnya telah ada meski harus dibahas lagi. Namun pelaksanaan yang sepertinya belum optimal.
Berbagai tantangan pengasuhan di era milenial harus segera dicari solusi terbaiknya. Jangan sampai setelah ada masalah dengan anak-anak baru ada reaksi orang tua.

Semoga Allah berikan kesempatan untuk mewujidkan  keinginan tersebut. Menjadikan semua rencana membawa berkah dan kemanfaatan. Aamiin.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI