Selasa, 11 Desember 2018

Bercita-cita jadi Blogger Fulltime

"Sabar ya, neng!" Itu kalimat yang saya bisikkan ke diri sendiri. Biasanya itu saya lakukan biar tidak sakit hati saat harus melewatkan kesempatan istimewa sebagai blogger. Misalnya diundang khusus sebuah acara. Atau mengikuti workshop dan sejenisnya untuk peningkatan kapasitas diri.

Berusaha untuk mengikhlaskan kesempatan yang belum bisa diraih. "Anggap saja belum rezeki. Toh, kalau rezeki pasti akan bisa dinikmati." Kalimat yang akhirnya cukup efektif membuat saya tetap bahagia.

Yap, apapun yang berhubungan dengan tulis menulis atau lebih luas dunia literasi selalu menarik bagi saya. Begitupun ketika akhirnya menemukan profesi sebagai blogger. Bisa menulis banyak hal yang diketahui di blog dan terdokumentasi rapi adalah kebahagiaan tersendiri.

Usia ngeblog saya secara kontinyu baru memasuki dua tahun. Tentu sangat singkat dibanding banyak blogger lainnya. Dengan pengalaman yang masih minim tentu banyak hal yang harus saya pelajari. Termasuk keinginan untuk nantinya menjadi blogger full time.

Sementara untuk saat ini saya masih harus betah sebagai part time blogger.
Jika ditanya mengapa? Saya pikir ini hanya tentang prinsip dan kesepakatan saya dan suami. Setidaknya di 15 tahun pertama pernikahan saya akan melakukan pendampingan penuh pada anak-anak. Sebuah waktu yang sejatinya sangat singkat. Sebab, akan ada masanya anak-anak tumbuh dan keluar rumah untuk belajar banyak hal tentang kehidupan. Sebelum nantinya mereka pun akan membangun kehidupan sendiri.

Dunia kepenulisan termasuk profesi blogger adalah investasi jangka panjang. Saya tidak perlu terburu untuk sepuas-puasnya menikmatinya dulu. Ada skala prioritas yang lebih membutuhkan.

Tapi bukan berarti saya tidak maksimal ngeblog. Dalam hal apapun saya ingin melakukan yang terbaik. Sebab tidak ada jaminan bahwa rencana yang telah disusun akan terlaksana. Ada Allah yang akhirnya memutuskan segalanya.

Dengan memiliki cita-cita sebagai blogger full time, saya juga menjaga semangat untuk terus menulis khususnya di blog. Meski harus diakui ada saatnya rasa malas datang. Dengan berbagai alasan mematahkan keinginan untuk update blog. Tidak ada hasilnya, pembaca sedikit, temanya itu-itu saja, tidak ada foto dan indografis yang bagus, dan bermacam alasan lainnya.

Ternyata respon pembaca sejauh ini memberi dampak positif yang luar biasa. Meski hanya satu orang tetapi itu cukup membuat saya bahagia. Bahwa tulisan saya disukai. Bahwa tulisan saya memberi manfaat bagi orang lain. Dan bukankah tujuan paling utama saya menulis adalah berharap ada kemanfaatan dalam tiap tulisan. Walaupun hanya berupa senyum kecil pembaca.

Kini, saya masih terus berproses untuk  lebih baik dalam menyajikan konten di blog. Tidak ada yang sia-sia jika dilakukan dengan sepenuh hati dan niat baik.

Bagaimana, kalian suka singgah di blog saya kan?
Share:

1 komentar:

  1. Sukaaaaa 😘😘

    Saya juga sama mbak, ada skala prioritas selain blogging yaitu keluarga. Meski kaadang kalau ngelirik emak2 bloggers lainnya, "kok mereka bisa tp aku enggak". Akhirnya balik lagi meyakinkan diri, everyone has their own time and clock

    BalasHapus

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI