Kamis, 29 November 2018

5 Novel Indonesia Paling Berkesan

Berhasil membaca novel denga ketebalan diatas 300 halaman adalah kebahagian tersendiri. Namun tidak semua novel mampu membawa kesan mendalam.

Ada novel yang sekadar memghibur. Ia menghadirkan kisah. Usai dibaca atau bahkan tidak usai dibaca lalu terlupakan begitu saja.
Bagi saya, novel yang berhasil mengugah ingatan adalah alur kisah yang unik, tokoh cerita berkarakter juga memiliki pesan moral.

Berikut lima novel Indonesia paling berkesan.

1. Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan oleh Tasaro GK  Penerbit Bentang tahun 2010

Novel ini berkisah tentang perjalanan panjang Kashva, seorang berasal dari Persia.  untuk mencari sosok dinanti yang diceritakan oleh semua kitab suci. Perjalanan yang penuh kesulitan dan sangat tidak mudah. Namun keyakinan hati Kashva terhadap kebenaran yang dibawa  Al-Amin, membuat semua rintangan tetap dilaluinya dengan ketabahan.

2. The Road to Empire oleh Sinta Yudisia LPPH tahun 2008

Berkisah tentang tiga orang putra mahkota dengan pilihan hidup masing-masing setelah terjadi kisruh politik di kekaisaran Mongolia. Arghun, putra kedua dilantik menggantikan sang ayah. Namun kepemipinannya tidaklah membawa kesejahteraan bagi rakyat. Sementara Takudar, putra pertama, yang dikabarkan menghilang ternyata diselamatkan oleh Muslim Mongol kembali ke istana.

3. Moga Bunda disayang Allah oleh Tere Liye Penerbit Republika 2006

Dengan tokoh utama Melati, gadis kecil dengan kondisi buta, tuli dan bisu serta Karang, pemuda dengan trauma masa lalu. Keduaya dipertemukan untuk saling menyembuhkan. Kisah mengharu biru memjadikan pembaca kian bersyukur atas nikmat yang Kuasa.

4. Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata Penerbit Bantang 2005

Novel dengan kekhasan Melayu berlatar daerah Balitong. Berkisah tentang 11 orang anak yang bersekolah di SD yang nyaris dibubarkan. Namun tekad mereka untuk belajar dan dengan kemampuan masing-masing akhirnya mereka mampu mengukir sejarah tersendiri.

5. Gajah Mada; Makar Dharmaputra oleh Langit Kresna Hariadi penerbit Tiga Serangkai 2008

Pemberontakan yang terjadi di kerajaan Majapahit pada masa pemerintaham Jayanegara adalah konflik yang digarap pada novel pertama dari lima seri. Gajah Mada, sosok yang sempat dinilai kontroversi, diceritakan  berserta pasukan  Bhayangkara ditugasi untuk mengamankan raja beserta istana.

Demikian kelima novel karya novelis Indonesia yang paling berkesan versi saya. Setelah diteliti, ternyata saya menyukai novel berlatar sejarah. Padahal menulis novel sejarah butuh keahlian mumpuni. Agar novel tidak terjebak pada tumpukan dokumen semata.

Dan dari kelima novel diatas,  dua diantaranya telah diangkat ke layar lebar yakni  Moga Bunda di Sayang Allah dan Laskar Pelangi. Akankah tiga novel lainnya turut dibioskopkan? Entahlah.

Bagaimana denganmu, apa buku terfavoritmu? 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI