Senin, 26 Maret 2018

Pengasuhan Anak Butuh Lebih dari Cinta

Diantara peran utama sebuah keluarga adalah pengasuhan anak. Orang tua punya tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembang anak. Meski pada faktanya, cukup banyak keluarga yang belum optimal melaksanakan peran tersebut.

Berbagai kendala kerap ditemui. Baik dari internal keluarga seperti kesalahan paradigma tentang pendidikan, keterbatasan pengetahuan maupun belum tercipta komunikasi efektif antar anggota keluarga.


Atau permasalahan yang hadir dari eksternal keluarga semisal lemahnya dukungan lingkungan guna menciptakan kondisi kondusif terhadap peningkatan kecerdasan anak.

Di buku setebal 194 ini mejelaskan tentang berbagai hal yang harus segera dilakukan oleh keluarga agar hubungan antara anak dan orang tua tidak sekadar berdasarkan cinta. Tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya, tentu saja. Tetapi bagaimana keluarga mampu memberi 'nilai' terhadap cinta tersebut.

Sebagai contoh sikap bijak orang tua ketika memuji anak. Jangan sampai pujian justru menjadikan anak tidak percaya diri dan mengandalkan motivasi dari luar. Tetapi pujilah anak atas dasar perbaikan diri sendiri serta dilakukan secara spontan dan tulus.

Ada lima prinsip pengasuhan mencintai dengan lebih baik.  Pertama, keluarga kita mencintai dengan cari cara sepanjang masa sebab pengasuhan adalah proses untuk tujuan jangka panjang.

Kedua, keluarga kita mencintai dengan ingat impian tertinggi yang dimiliki bersama. Orang tua akan percaya bahwa anaknya mampu tanpa perlu pembuktian terlebih dulu.

Ketiga, keluarga kita mencintai dengan menerima tanpa syarat. Keempat, keluarga kita mencintai dengan tidak takut salah. Semua ikut bertanggung jawab dan berkontribusi untuk perbaikan pola pengasuhan.

Kelima, keluarga kita mencintai dengan asyik bermain bersama agar tercipta kedekatan antar anggota keluarga.

Komunikasi yang dibangun antar anggota keluarga haruslah membuat kedekatan. Seolah terlihat sederhana akan tetapi masalah komunikasi akan sangat menentukan hasil akhir interaksi dalam keluarga. Jadi tidak benar jika ada asumsi mengatakan bahwa waktu akan menyelesaikan masalah.

Dalam hubungan keluarga, seberapapun kecilnya masalah mesti dibicarakan dan diselesaikan. Dan komunikasi efektif adalah pilihan untuk  menyampaikan perasaan dengan tepat.

"Salah satu yang paling sulit dari menjadi orang tua adalah belajar memahami bahwa tidak semua hal dapat kita kendalikan." (Hlm. 26) Artinya ada faktor diluar kendali orang tua yang juga menentukan keberhasilan pengasuhan anak. Diantaranya pengaruh sosial dan dunia luar. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk senantiasa mencari pola pengasuhan paling tepat.

Di setiap akhir bab ditutup dengan beberapa pertanyaan sesuai topik bahasan. Juga terdapat poster tahap perkembangan anak usia 0 sampai 12 tahun.

Tak hanya sebatas lingkup keluarga, di buku ini juga dibahas tentang pemilihan sekolah sesuai kondisi dan kecendrungan anak. Lebih dari sebatas tampilan fisik dan fasilitas sekolah, budaya sekolah harus sejalan dengan tujuan dan pola pengasuhan di rumah.

Serta bagaimana menjalin kerjasama pihak sekolah dengan orang tua. Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan di sekolah menjadi motivasi para guru untuk terus memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya.

Sebuah buku yang direkomendasikan bagi para orang tua sebagai panduan pengasuhan anak.
.
.
Identitas buku
Judul : Keluarga Kita; Mencintai dengan Lebih Baik
Penulis : Najelaa Shihab
Penerbit : Buah Hati, 2017
Tebal : 194 hlm.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI