Minggu, 29 Oktober 2017

Menikmati Facial Sembari Belajar Bisnis

Para ibu atau ladies berbisnis? Biasa. Bahkan trend onlineshop mayoritas dijalani kaum hawa. Sebagai bagian dari dampak kemudahan akses tehnologi informasi di jaman now. Tapi, untuk bisa sukses bisnis harus melalui proses. Tidak instan. Perlu banyak belajar dari para pengusaha besar. Nah, dengan semangat untuk sukses bersama inilah komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) didirikan sejak tahun 2006.   

Keanggotaan TDA kini telah mencapai dua puluh ribu orang wirausahawan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dan TDA Palembang diantara daerah yang aktif melaksanakan kegiatan. Pekan lalu, Sabtu (21/10) TDA Perempuan Palembang menggelar kopdar guna merekrut anggota baru.
Kopdar dirancang unik dan bernuansa cewek banget. Yap, kopdar dilaksanakan di salon muslimah Moz5 ruko OPI Mall Jakabaring.  
Kopdar TDA Perempuan Daerah Palembang

Sekitar dua puluh peserta dengan mengenakan dresscode pink berasal dari beragam latar belakang.  Baik yang telah memiliki bisnis maupun mereka yang baru berencana membuka usaha. Tak hanya ibu-ibu, beberapa mahasiswi juga turut hadir.

Pada kesempatan tersebut, Kartini Sari, selaku ketua TDA Khusus menjelaskan tentang berbagai kegiatan di TDA serta pengalamnnya sendiri sejak bergabung di komunitas. “Tiap anggota akan mendapatkan coaching dari para tentor yangdisesuaikan dengan tingkat bisnisnya,” ujar pemilik Pempek Syamil ini. Ia pun menambahkan bahwa tentor akan selalu memberikan tantangan agar tiap anggota bersiap mengambil peluang yang ada.

Selain itu, hal yang pertama ditanamkan di TDA adalah pola pikir tentang konsep berbisnis. Bisnis bukan hanya persoalan kekayaan. Membangun bisnis hakikatnya menciptakan kebahagian kelak di akhirat melalui jalan memberi kemanfaatan bagi semakin banyak orang. Sehingga bisnis yang dilakukan haruslah baik dan sesuai dengan nilai-nilai kebaikan.  

“Jangan minder dengan bisnis yang masih kecil. Atau hanya menjalankan dropship. Bukankah Allah akan mengikuti prasangka hambanya. Kalau yakin ingin membangun bisnis, insyaallah dengan usaha maksimal akan terus berkembang,” pungkasnya.

Pengalaman membangun bisnis juga diungkapkan oleh Muslicha yang mulai merintis salon muslimah Moz5 sejak 2002. “Awalnya keluarga juga meragukan niat saya. Jumlah muslimah itu berapa? Apa bisa bertahan bisnis ini?” katanya.  Dan salah satu hal yang menjadikan bisnisnya terus bertahan dan berkembang adalah banyak belajar di komunitas TDA.

Selain pemaparan dan diskusi seputar bisnis, ada juga sesi tutorial facial. Ternyata, memilih bahan untuk perawatan tubuh juga perlu diperhatikan. Bahan alami dan halal tentu lebih aman karena bebas dari zat kimia. Di salon Moz5 menyediakan semua bahan-bahan perawatan dengan yang alami seperti berasal dari bunga dan buah-buahan.
sesi tutorial facial

“Tehnis facial harus mengikuti struktur wajah. Diawali dengan membersihkan muka dari berbagai kotoran menggunakan scrub. Untuk pemasangan masker upayakan diluar lingkar mata karena masker untuk wajah dan untuk mata berbeda. Cukup satu kali ulasan masker agar vitamin pada masker tidak pecah. Pijatan halus dapat dilakukan saat membersihkan masker.” Beberapa penjelasan yang menyelingi tutorial.

Salon muslimah Moz5 juga menyediakan masker alami yang dikemas sachet. Sehingga konsumen dapat melakukan perawatan sendiri di rumah. Ada beragam varian masker seperti green tea, avocado, ubi unggu serta rumput laut. Bisa dipilih berdasarkan jenis kulit serta manfaat yang diinginkan.

Nah agar belajar bisnis sembari nyalonya tidak kelaparan, panitia juga menghidangkan aneka cemilan.  Berbagai sponsor tersebut merupakan anggota atau jejaring TDA.  Ada pempek Syamil, Burger Nasi Pas, serta IndieCakes. Tak lupa bagi-bagi  voucher perawatan di salon Moz5 dan pembelian hijab di Zipper Point di akhir acara.


Gimana, tertarik memulai bisnis atau ingin mengembangkan bisnis yang sudah ada? Boleh langsung tanya ke para pengurus TDA di daerah masing-masing. Atau bisa kunjungi webnya di www.tangandiatas.com.
Share:

1 komentar:

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI