Kamis, 27 April 2017

Cerita untuk Anak harus Hitam Putih

Pada dasarnya semua orang senang mendengarkan cerita. Termasuk anak-anak. Daya imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi. Sehingga saat mendengarkan cerita, mereka akan menjadi penasaran dan terstimulasi dengan alur cerita.

Selain itu, membacakan cerita pada anak juga dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral kebaikan. Anak akan terkesan dengan cerita-cerita yang pernah didengarnya. Pada tahap selanjutnya, mereka mencontoh sikap dan sifat tokoh yang ada dalam cerita.

Agar anak tidak mendapatkan contoh buruk, tugas orang tua atau guru menyampaikan cerita yang dapat membentuk karakter anak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan cerita pada anak.

Pertama, materi cerita. Sebenarnya materi cerita dapat bersumber dari mana saja. Seperti berasal dari buku cerita anak, dongeng turun temurun atau bahkan menciptakan cerita sendiri. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih materi cerita adalah kecendrungan anak terhadap cerita berdasarkan kelompok usia.

\
Sebagai contoh pada anak usia dini kisaran usia dibawah 7 tahun. Mereka lebih menyukai cerita dengan karakter hewan atau benda-benda yang dapat berbicara dan berbuat layaknya manusia.

Kedua, metode bercerita. Cara bercerita yang paling tradisional adalah dengan permainan suara dan mimin pencerita tanpa bantuan alat peraga. Pada metode ini, anak akan memahami karakter tokoh lewat suara yang didengar dan raut muka pencerita.

Metode lain yang banyak dikembangkan oleh penggerak literasi adalah dengan memanfaatkan buku sebagai media penyampai cerita. Anak akan ditunjukkan gambar-gambar pada buku sesuai dengan cerita yang tengah disampaikan. Kelebihan metode ini adalah merangsang anak untuk tertarik membaca buku secara mandiri.

Tehnik selanjutnya yang juga mulai marak digunakan adalah menggunakan boneka saat bercerita sesuai dengan karakter tokoh. Bentuk boneka yang lucu menjadi keuntungan tersendiri karena membuat anak semangat mendengar cerita yang akan disampaikan.

Atau berbagai metode lainnya pun dapat digunakan. Namun yang tak kalah penting adalah penguasaan materi dan karakter tokoh dalam cerita oleh pencerita. Keduanya akan sangat mempengaruhi keberhasilan bercerita.

"Perlu diingat juga, cerita untuk anak itu harus hitam putih. Yang benar pasti menang dan yang salah akan kalah," jelas Supriyadi, dosen FKIP Unsri saat memberikan komentar pada acara lomba mendongeng guru PAUD yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sumsel beberapa pekan lalu. "Anak-anak belum bisa berpikir dengan banyak kemungkinan," tambahnya.

Nah, sudah siap bercerita dengan anak-anak hari ini?

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI