Kamis, 02 Maret 2017

Enak Makan Difoto, Enak Cerita Diunggah

Pada satu kesempatan, suami diminta teman memfoto produk kuliner. Ketika pulang, suami menenteng oleh-oleh pempek. Seraya mengunyah buah tangan, saya perhatikan hasil bidikan kamera suami.

“Gimana caranya,  menghasilkan foto trus orang melihatnya tertarik untuk mencoba makanan tersebut,” celetuk saya.

“Ada tehniknya. Biasanya diajarin di kelas fotografi,” jawab pak Bos. Saya tidak melanjutkan pertanyaan demi melihat ia khusuk  mengolah foto. 

Tapi, kok jadi kepikiran terus. Bisa ngggak  saya foto kuliner  kayak gitu.  Kalau menggunakan kamera profesional lumayan ribet. Gimana kalau pakai smartphone. Sepertinya boleh juga dicoba. Demikianlah perburuan pun dimulai.

menu sarapan 
Saat sarapan, jepret dulu hidangannya. Usai masak, foto dulu hasilnya. Diajak makan di luar, langsung bilang ke anak-anak, “sabar ya, makanannya Bunda foto dulu.” Meski para bocil manyun tetap saja  mereka rela menanti lima-sepuluh menit untuk emaknya beraksi dengan ASUS ZenFone ZE551ML. Karena pakai hape jadi tidak terlalu heboh ketika adegan jepret-jepret di tempat umum.

Bagi saya, kepuasan fotografer adalah langkah pertama keberhasilan sebuah foto. Tak jarang saya harus berkali-kali memotret sebuah objek, namum tak kunjung mendapat foto yang memuaskan. Lain waktu hanya tiga atau empat kali bidik sudah mendapat hasil yang tidak memalukan ketika dipajang di akun sosmed. Ada sensasi penasaran yang terobati usai action.

Teori fotografi saya suka nanya ke suami. Maklmulah, pak Bos kan konsentrasi utamanya fotografer humas. Sesekali jadi tukang foto kuliner panggilan. Untuk praktek, saya lebih banyak melihat foto-foto kuliner di istagram. Ternyata banyak juga emak-emak yang jago food photography.

Nah, kata guru fotografi saya yang ganteng itu, diantara cara mendapatkan foto yang eyecathcing adalah pengaturan cahaya. Tampilan foto saat di-upload akan sangat berpengaruh pada kesan yang ditimbulkan. Selain juga fokus foto yang tidak boleh pecah. Makanya salah satu kelebihan  ASUS ZenFone menyediakan  PixelMaster Camera yakni tehnologi dari Asus untuk menghasilkan foto berkualitas di segala waktu. Beberapa pilihan mode pemotretan bisa disesuaikan sendiri oleh pengguna.

Misalnya untuk pilihan mode manual, kita akan diarahkan agar titik fokus tidak bergeser. Jadi berasa menggunakan kamera DSLR. Atau di mode selfie dengan kamera depan yang dilengkapi wide angle lens akan diberi keterangan pencarian wajah supaya hasilnya maksimal. Dengan fasilitas kamera 13 mexapixel tersebut sangat memudahkan pengguna berkreatifitas dengan hasil fotonya. Tentu saja, semakin banyak mencoba memadukan mode pemotretan akan semakin banyak peluang mendapat foto yang ciamik.

“Yang paling bagus yang mana?” itu pertanyaan saya usai berjibaku jepret ke pak Bos. Biasanya pilihan tersebutlah yang terpajang di akun.



“Buat ngiler jadi pengen ... sambil nelan ludah.” Komentar teman di facebook untuk foto mie celor khas Palembang yang diunggah minggu lalu.  Oalah... maaf ya. Kok saya jadi merasa bersalah. Padahal itukan untuk  promosi blog atau ikutan lomba. Seperti artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh  http://www.gandjelrel.com/.  

Ya sudahlah positive thinking sajalah artinya jepretan kulier saya boleh juga. Begitulah cerita saya moto-moto trus makan-makan ditemani ZenFone 2 yang setia kapanpun-dimanapun. Kayak pak Bos yang setia mengoreksi tiap tulisan saya. Bahagia deh!  


Share:

1 komentar:

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI