Selasa, 27 Desember 2016

Ummi Hamas: ”Jadilah Ibu Pelopor di Lingkungan Masing-masing!”

“Saat seorang muslimah ingin mencari sosok teladan maka lihatlah sejarah ummul mukminin Khadijah ra. Beliau dipersiapkan Allah untuk menjadi model dalam berbagai peran yakni sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pengusaha, sebagai politisi, sebagai da’iyah hingga sebagai individu muslimah itu sendiri,” ungkap Yulyani atau yang lebih dikenal Ummi Hamas pada Diskusi Pendidikan Anak, Ahad (25/12) lalu di masjid Ar Raiyah DPRD Provinsi Sumsel.

Pada peran domestik, Khadijah menjadi sebaik-baik istri mendampingi perjuangan dakwah Rasulullah. Ia-lah  orang pertama yang mengimani seruan Islam. Keyakinannya akan keEsaan Allah terjaga jauh sebelum hadir Nubuwwah. Tidak terhitung besarnya pengorbanan ibunda Khadijah demi kelangsungan syiar Islam. Pantaslah jika Rasulullah selalu mengenangnya meski beliau telah tiada.     

Juga peran Khadijah sebagai ibu yang telah memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Satu diantara anaknya yang terus menemani Rasulullah hingga dewasa yakni Fatimah Az Zahra adalah perempuan yang dijamin tempatnya di syurga. Cukuplah hal tersebut menjadi bukti betapa keberhasilan seorang ibu.

Menjadi muslimah sesungguhnya juga harus siap menjalankan peran publik. Paling mininal, muslimah punya kewajiban untuk turut melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Sebelum menjadi apapun, tiap muslim adalah da’i. Kelak di syurga saat semua orang dipersilakan menikmati minuman dari telaga Kautsar, maka Rasulullah berkenan menjamu sekelompok orang.  Saat ditanya tentang perlakuan istimewa terhadap sekelompok orang tersebut, mereka  adalah para da’i.

Para ibu atau calon ibu mestilah membekali diri agar mampu mencetak generasi hebat sebagaimana yang dicontohkan ibunda Khadijah. Dengan kecanggihan tehnologi bukan perkara sulit untuk mendapat referensi ilmu tentang pengasuhan anak. Namun hal yang penting dari semua ilmu pengasuhan tersebut adalah konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan.   

Sebagai contoh semisal orang tua menginginkan anaknya menjadi hafidz Qur’an. Maka bacakanlah Al-Qur’an minimal 1 juz sehari. Lalu terus murajaah hafalan yang sudah ada. Itu harus dilakukan apapun kondisinya. “Kebiasaan akan menciptakan karakter. Dan karakter inilah yang akan menjadi kepribadian anak,” tambah ibu dari empat anak ini yang juga pengurus KADIN Jatim.

Saat mengomentari beragam pengaruh buruk lingkungan terhadap anak. Ummi Hamas memberikan solusi untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak agar ia berani berbeda karena yakin atas kebenaran pilihannya. Anak tidak mudah terpengaruh.  Sikap ini ditumbuhkan sejak dini. Dapat pula dibantu dengan membangun komunitas kebaikan di sekitar rumah. Ajak anak-anak tetangga untuk juga diberi pemahaman yang sama tentang nilai-nilai kebaikan. “Jadilah ibu pelopor!”

Di sela-sela penyampaian materi, Co Produser Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) ini menceritakan aktifitasnya semasa menjadi guru PAUD. Bahwa aktifitas mengasuh dan mendidik anak janganlah dijadikan beban melainkan jalani dengan penuh kesyukuran. Memang sangat melelahkan namun itulah salah satu wasilah mendapatkan syurganya Allah.  


Acara yang diselenggarakan oleh FSLDK bekerjasama dengan As-Syifa Center ini antusias diikuti puluhan muslimah dan para ibu.  
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI