Rabu, 14 Desember 2016

Kalau Pempeknya Basi, Gak Perlu Dibayar

Semasa kuliah, saya punya kebahagiaan tersendiri. Ketika pulang ke rumah di sore bahkan malam hari, saya disambut paket hadiah di meja belajar. Saya lumayan maniak mengikuti lomba menulis dan paket-paket tersebut adalah hadiahnya. Isinya beragam meski paling banyak berupa buku.

Tapi,  sekarang zamannnya beda. Saya tidak hanya menerima paket tapi juga langganan mengirim paket. Suami buka toko online jualan pempek. Selain karena kami pecinta pempek dan ingin melestarikan makanan khas Palembang, juga bercita-cita agar pempek kian me-nusantara hingga mendunia. 

Usaha pempek online kian menjamur. Dan tiap penjual punya strategi agar tetap punya pelanggan setia. Diantaranya adalah menjaga kualitas pempek. Agar tetap sehat, pempek online kami dibuat tanpa pengawet dan dengan bahan dasar ikan segar.  Konsekuensinya paket pempek tidak boleh lama diperjalanan.

Sejak awal memulai usaha, kami memilih jasa pengiriman JNEExpress.  Di antara pertimbangannya adalah keamanan dan ketepatan waktu kirim.  

Suatu ketika ada konsumen dari ujung timur Indonesia pesan pempek. Suami sempat khawatir pempek sudah rusak saat tiba di tempat. Tapi diputuskan tetap mengirim. Melayani konsumen bagaimanapun sulitnya diupayakan tetap ingin kami lakukan. 

“Ibu, jika pempeknya tidak bisa dimakan lagi, tidak perlu bayar,” pesan saya di chat setelah menceritakan kondisinya. Dan si ibu setuju.

Lewat smartphone, suami terus memantau perjalanan paket. Hingga sebuah pesan masuk. “Pempeknya sudah sampai. Langsung saya goreng dan masih bisa dimakan. Cukonya juga pas pedasnya. Terima kasih.” 
Alhamdulillah....

Ternyata tidak hanya kami, teman-teman yang juga punya usaha pempek banyak menggunakan jasa pengiriman JNE. Bahkan ada yang punya outlet JNE di kedainya. Meski brandnya pempek, beragam makanan juga ada seperti tekwan, kerintang, hingga gula batok khusus untuk membuat cuko.

Untuk pengiriman makanan juga perlu diperhatikan kemasannya. Mau dijawab apa ke konsumen kalau ternyata kemasan cuko pempek bocor karena misalnya ketidakhati-hatian saat pengiriman. Untungnya, di JNE kemasan barang turut menjadi prioritas.  Jadi semua aman dan selamat dikirim melalui  JNE. 

Nah, sebagai ucapan syukur di ulang tahun ke-26 JNE menyelenggarakan Harbokir (hari bebas ongkos kirim) pada 26-27 November 2016 lalu. Jadi ingat dua hari itu teman-teman di sosial media ramai saling colek buat belanja online. Wah jadi nungguin lagi Harbokir JNE tahun depan. 

Punya mitra usaha seperti JNE adalah kebahagian saya kini. Ini kisah saya, mana kisahmu? Yok ikut berbagi cerita baik bersama JNE. Selengkapnya bisa dibaca www.pungkyprayitno.com


Share:

8 komentar:

  1. Wah.., enak juga ya., pempeknya bisa dikirim langsung dri Palembang, ke Aceh bisa nggk ya..,? Salam kenal Bunda, aku yelli dri Aceh., jalan2 ke rumah ku ya.,,! yellsaints.com

    BalasHapus
  2. Halo,


    Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung :D

    Salam bahagia,
    Pungky Prayitno

    BalasHapus
  3. wah harus icip nih pempeknya mbak laila :D

    BalasHapus
  4. Mbak toko online pempeknya apa? colek saya ya Mbaak di blog saya. Saya pengen nyobain. Penggemar pempek banget, tapi di sini gak ada yang juaal. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa langsung hub no 0811788129 jika mau order. Terima kasih

      Hapus

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI