Jumat, 28 Oktober 2016

Pastikan Kamu Sahabat Terbaik Pasanganmu

Coba perhatikan dengan seksama pasangan anda sekarang. Apakah dia masih sama seperti saat duduk di pelaminan dalam resepsi pernikahan sekian tahun lalu? Orangnya masih sama, tidak berbeda. Namun, pasti anda ada (atau banyak) perubahan dalam diri suami atau istri anda. 

Bukan hanya perubahan fisik tetapi juga pikiran, kepribadian, perasaan, keinginan, harapan juga permasalahan. Karena setiap kita berkembang dan berubah sejalan dengan beragam peristiwa yang dialami.

Untuk pertama kalinya, suami membelikan hadiah bunga untuk istri tercinta. Namun setelah diberikan reaksi istri datar saja. Sama sekali tidak ada kebahagiaan seperti dugaan suami. 

Beberapa hari kemudian sang suami bertanya, “sepertinya engkau tidak suka?”
“Bukan tidak suka, namun sayang jika uang hanya dibelikan bunga yang dalam waktu lima hari sudah layu. Akan lebih bermanfaat jika dibelikan perlengkapan rumah tangga,” jawab si istri.

Bahkan untuk hal kecil sekalipun, pasangan harus tahu apa yang lebih diinginkan pendampingnya. Interaksi suami-istri akan terganggu ketika keduanya tidak saling mengenali. Proses mengenal tidak berhenti pada tahap awal pernikahan. Namun berlanjut terus hingga akhir hayat. Keinginan suami yang dulu belum tentu sama dengan keinginannya sekarang. Harapan sang istri saat ini boleh jadi berbeda dengan harapannya setahun lalu. 

Begitulah dalam berumah tangga, butuh komunikasi setiap saat, memastikan bahwa suami-istri menjadi orang yang paling tahu perkembangan pasangannya. Dari kepahaman itulah, visi berkeluarga akan semakin mudah terwujud.  

Tidak ada seorang pun yang menghendaki keluarganya rusak dan berantakan. Tidak ada orang yang ingin rumah tangganya hancur dengan mengenaskan. Setiap orang berharap kehangatan keluarga. Keluarga yang diliputi kebahagiaan, memunculkan kreatifitas, menjunjung tinggi budi pekerti, menghargai potensi, menaati tatanan Ilahi, mengikuti tutunan Nabi serta menghadirkan kontribusi.

Semua keinginan tersebut tidak melimpah dengan begitu saja. Perlu proses berjuang dan belajar bersama antara suami dan istri. Sebuah konsep yang dalam istilah Cahyadi Takariawan sebagai wonderful family.

Menghadapi kehidupan keluarga harus bersiap dengan kemelut yang berulang. Jangan dikira keluar dari satu masalah tidak ada masalah lagi. Jalan masih panjang, berbagai peristiwa kehidupan masih akan sangat mungkin dijumpai. Guna mengurai beragam persiapan agar meraih sakinah mawaddah wa rahmah, di buku ini terdapat sepuluh catatan bagi pasangan suami-istri. Apa saja? Tunggu kelanjutannya.

---bersambung---

Identitas buku
Judul: Wonderful Family; Merajut Keindahan Keluarga
Penulis: Cahyadi Takariawan
Penerbit  PT Era Adicitra Intermedia
Tebal: 250 hlm.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

RUMAH BACA AL-GHAZI

RUMAH BACA AL-GHAZI